I.
Judul
penelitian
“ Efektifitas metode galperin terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII di MTs Negeri Batam T.P 2012-2013.’’
II.
Latar
belakang pemilihan judul/permaslahan
Matematika
merupakan kunci utama dari pengetahuan-pengetahuan lain yang dipelajari
disekolah. Metode dan teknik dalam pembelajaran sangat menentukan berhasil
tidaknya pencapaian tujuan .teknik pembelajaran yang efektif dan efisien
diperlukan patokan yang bersumber dari beberapa faktor,yaitu: tujuan, situasi,
dan guru.
Dalam pendidikan
sekolah aktif berlaku metode pendidikan galperin. Menurut metode galperin
proses belajar m engajar dapat digambarkan sebagai rangkaian empat tahap
kegiatan yaitu: orientasi, latihan, umpan balik, dan lanjutan.( http://artikelkuliahonline.blogspot.com/2008/12/penerapan-metode-galperin- pada-pokok.html)
Dari uraian
diatas, maka penulis tertarik mengadakan penelitian tentang pengaruh metode
galperin dan pembelajaran tematik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas
VII di SMP Negri 4 Batam T.P 2012-2013.
III. Rumusan Masalah Penelitian
Dari latar belakang pemilihan judul/masalah yang telah
dikemukakan di atas, permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini
adalah:
1. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara efektifitas
metode galperin terhadap hasil
belajar matematika siswa kelas VII MTs Negeri Batam T.P 2012/2013?
IV. Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini manfaat yang ingin dicapai adalah:
1. Memberikan sumbangan pemikiran bagi guru matematika
tentang efektifitas metode galperin
terhadap hasil belajar siswa.
2. Memberikan motivasi terhadap siswa agar termotvasi
untuk belajar matematika dan meningkatakan prestasinya serta mendorong siswa
untuk membentuk kebiasaan belajar matematika yang lebih baik.
3. Dapat menambah pengetahuan peneliti tentang efektifitas metode galperin terhadap hasil belajar siswa.
V.
Tinjauan/Kajian
Pustaka
1. Konsep Belajar
Menurut Musfiqon(2012:2), Belajar
merupakan aktifitas penting dalam kehidupan manusia dan setiap orang mengalami
belajar dalam hidupnya. Pendewasaan pada diri seseorang tidak bisa sempurna
tanpa belajar.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks
yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya, sejak dilahirkan hingga
manusia mati. Proses belajar bisa dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah,
yaitu masyarakat dan keluarga(Musfiqon, 2012:2).
2. Tujuan
Belajar
Belajar dilakukan secara terencana,
sehingga belajar pasti memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai setelah
prosees belajar terjadi. Tujuan belajar ini juga menjadi bahasa tersendiri bagi
para pakar pendidikan sehingga menghasilkan beragam pandangan tentang tujuan
belaja ( musfiqon,2012:7).
Menurut (Peter Kline cit Musfiqon, 2012:7),
Belajar akan efektif jika dilakukan
dalam suasana menyenangkan (fun and enjoy).
Maka, Perlu diciptakan suasan dan system (kondisi) belajar yang kondusif,
disamping faktor lain yang mempenngaruhi aadalah pengajar.
Menurut (Rogers cit Musfiqon,2012:7),
sangat menekankan pentingnya relasi komunikasi dalam proses pembelajaran, yaitu:
1. Untuk
mendapatkan pengetahuan
2. Untuk
menanamka konsep dan pengetahuan, da
3. Untuk
membentuk sikap atau kepribadian.
3. Metode galperin
Salah satu jenis mengajar yang menekankan kepada keaktifan siswa yang
terdiri atas empat tahap kegiatan yaitu:
1. Orientasi : Pada setiap orientasi, guru mengemukakan isi
dan struktur mata pelajaran, hubungan mata pelajaran yang dibahas dengan mata
pelajaran lain dalam rangka kurikulum dan kegunaan mata pelajaran itu
diinformasikan kepada siswa.
2. Latihan : Pada tahap latihan, siswa ditugaskan membahas
soal-soal atau melakukan praktikum agar siswa itu mengerti materi pelajaran
yang diberikan dan mencapai tujuan pembelajaran ,latihan juga dapat dilakukakn
secara berkelompok.
3. Umpan balik : pada tahap umpan balik. Siswa mendiskusikan
hasil latihan, diskusi berlangsung antar kelompok dan dipimpin oleh guru yang
berperan sebagi moderator, hasil diskusi antar kelompok atau diskusi panel
disimpulkan oleh guru.
4. Lanjutan : pada
tahap lanjutan, siswa diberi kesempatan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang
dilakukan dan belajar dari kesalahan-kesalahan itu,ujian tidak diberikan
sebelum siswa memperbaiki kesalahan-kesalahannya.
Pada teori galperin semua jawaban ditampung dan dipertahankan,mana yang
paling banyak mendekati kebenaran layak sehingga musyawarah yang
demokratis dapat diambil
kesimpulan. Adapun Kebaikan metode galperin adalah:
Ø Kebaikan
dari metode galperin yaitu:
1. Menyadarkan
anak didik bahwa ada masalah yang dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan
bukan satu jalan atau satu jawaban saja.
2. Menyadarkan
anak didik bahwa teori galperin, mereka saling menggunakan pendapat secara
konstruktif/dapat diperoleh suatu keputusan yang lebih baik.
3. Membiasakan
anak didik suka mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan
pendapatnya sendiri, membiasakan bersifat toleran.
4. Menimbulkan
kesanggupan pada anak didik untuk merumuskan pikirannya secara teratur dan
dalam bentuk yang dapat diterima orang lain.
5. Merangsang
kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
6. Pertanyaan
bbdapat menarik dan memusatkan perhatian
siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang ribut, yanng mengantuk kembali
tegar dan hilang kantuknya.
7. Mengembangkan
keberanian dan keterampilan siswa dalam
menjawab dan mengemukakan pendapat.
8. Pembentukan
kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
9. Pembentuka
kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, menjadi lebih
otomatis
V.5 Hipotesis
Dalam penelitian, hipótesis diartikan sebagai jawaban
sementara terhadap rumusan masalah penelitian.(Sigiono,2011).
Hipótesis kerja/hipótesis alternatif (F1) yang penullis
ajukan dalam penelitian ini adalah:
Ha1 : Terdapat
hubungan yang signifikan antara efektifitas metode galperin
terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII MTs
Negeri Batam T.P 2012/2013.
H01 : Tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara efektifitas metode galperin terhadap hasil belajar matematika siswa
kelas VII MTs Negeri Batam T.P 2012/2013.
4. Metodologi Penelitian
1. Metodologi penelitian
Penelitian ini
merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian eksperimen dan bentuk
hipótesis ini adalah hipótesis komparatif yaitu menguji parameter populasi yang
berbentuk perbandingan. Metode galperin (X),
terhadap hasil belajar matematika siswa (Y).
2. Populasi dan sampel
Populasi adalah
himpunan yang lengkap dari satuan-satuan atau individu-individu yang
karakteristiknya ingin kita ketahui. Populasi penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas VII MTs Negeri Batam T.P 2012/2013.
Sampel adalah sebagian anggota populasi yang memberikan keterangan /data yang diperlukan dalam
penelitian. Sampel penelitian
ini adalan siswa kelas VII A dan siswa kelas VII C MTs Negeri Batam T.P 2012/2013.
3. Instrumen penelitian
Instrumen dalam
penelitian sosial adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diinginkan. Instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan tes.
1. Dokumentasi
Dokumentasi berupa data tentang tingkat kecerdasan siswa
angkatan 2012/2013 dan data nilai ujian sesmester ganjil siswa kelas VII MTs
Negeri Batam T.P 2012/2013.
2. Tes
Tes diberikan kepada siswa setiap akhir pelajaran guna
untuk mengetahui hasil belajar siswa. Tes diambil ulangan harian pada akhir
materi pelajaran matematika pada siswa kela VII MTs Negeri Batam T.P 2012/2013.
4. Tehnik pengumpulan data
Tehnik yang
dugunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan
tes.
1. Dokumentasi
Mengumpulkan data hasil belajar matematika pada semester
ganjil siswa kelas VII
MTs Negeri Batam T.P
2012/2013.
2. Tes
Tes yang diberikan kepada siswa berupa bentuk soal-soal
ulangan yang diberikan setiap akhir materi pelajaran matematika pada siswa
kelas VII MTs Negeri Batam T.P 2012/2013.
5. Tehnik analisa data
Data yang terkumpul
didalam penelitian merupakan data yang harus diolah secara teliti, cermat dan
sistematis. Data yang diperoleh akan dianalisa dengan tehnik analisa
deskriptif.
Jadwal pelaksanaan
·
Penyusunan
instrumen penelitian : 2 minggu
·
Pengumpulaln
data : 4 minggu
·
Análisis
data : 2 minggu
·
Penyusunan
laporan : 4 minggu
DAFTAR
PUSTAKA
Depdikbud.1998,
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Musfiqon.2012.
Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Rusman.2011.
Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionak Guru. Jakarta: Rajawali
Pers.
Sugiyono.2011. Statistik Untuk Penelitian. Banndung:
Alfabeta.
No comments:
Post a Comment